
Kabar membanggakan datang dari dua siswa SMA Negeri 9 tambun selatan yang menjadi petugas pengibar bendera merah putih dalam memperingati HUT RI ke 81 di tingkat kecamatan. Upacara berlangsung di Gedung Juang, Jalan Sultan Hasanudin Nomor 39, Kecamatan Tambun Selatan.
Menjadi petugas pengibar bendera merah putih bukanlah hal yang mudah. Di balik penampilan gagah dan langkah tegap saat upacara, terdapat proses seleksi ketat serta latihan fisik yang menguras tenaga.
Bagi Rehan Syafi’Il Umam dan Alaika Zytka sendiri menjadi pengibar bendera HUT RI ke 81 adalah suatu kebanggaan untuk membanggakan nama sekolah dan membuktikan kemampuan diri sendiri. Ada berbagai macam tahapan seleksi yang harus dilalui untuk dapat terpilih sebagai pengibar bendera di tingkat Kecamatan Tambun Selatan. Para peserta harus melewati beberapa tahapan seleksi, seperti seleksi administrasi berupa pemeriksaan dan penyiapan berkas-berkas persyaratan lalu seleksi jasmani meliputi tes push-up, lari selama 12 menit, sit-up, back-up.
Masa latihan berlangsung kurang lebih selama satu bulan, mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Selama masa latihan berlangsung tantangan terbesar yang dirasakan adalah rasa lelah ketika latihan serta keterbatasan waktu untuk minum ketika latihan.
Ketika dinyatakan terpilih, perasaan bercampur aduk antara bangga, senang, sekaligus sedih dan tidak menyangka. Rasa minder yang muncul karena melihat kompetisi dari para seleksi lainnya yang sangat bagus. Selama masa pelatihan para peserta juga harus membagi waktu antara latihan dan belajar, meskipun mereka mendapatkan surat dispensasi dari sekolah, mereka juga harus menyicil dari tertinggal nya pelajaran.
Pesan dari Alaika Zytka untuk teman-teman yang masih ragu atau kurang percaya diri untuk mengikuti kegiatan pengibar bendera, yaitu untuk tidak takut untuk mencoba dan terus percaya diri. (Jurnalistik 9 / News Realese)


